Page 14 - BECOME 23
P. 14
THE STAR
Dari berbagai diskusi dan riset, ada Budaya nontunai di Indonesia masih harus
kecenderungan bahwa pembayaran nontunai terus ditingkatkan. Alasannya adalah karena
mendorong perilaku konsumen yang lebih budaya nontunai dapat menjadi sarana
konsumtif. Dari sudut pandang pengusaha, edukasi bagi masyarakat luas. Bagi masyarakat
tentu ini suatu hal yang bagus karena dapat yang selama ini memakai transaksi tunai
meningkatkan omzet usaha. “Sangat dengan melihat sendiri cara transaksi tersebut
membantu, karena biasanya konsumen yang yang aman dan efisien tentunya akan tertarik
tidak membawa cash dapat berbelanja dengan dan berkeinginan juga untuk melakukannya.
beberapa opsi. Dibilang menguntungkan
sudah pasti karena membantu menaikkan Selain itu di zaman sekarang ini teknologi
omzet. Jadi cashless payment jika semakin sudah semakin berkembang dan tentunya
banyak maka akan semakin inovatif dan akan akan memberikan kemudahan dalam
mendatangkan semakin banyak konsumen bertransaksi antara penjual dan pembeli.
berbelanja di toko tersebut.” Ujar Bapak Caranya dengan meningkatkan
Freddie. keterjangkauan dan konsisten jaringan
internet, faktor experience juga harus terus
Menurut pandangan Bapak Remon, cashless digencarkan. Biasanya pelaku usaha maupun
payment adalah keniscayaan di masa depan. konsumen tidak menggunakan layanan
Mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau cashless payment bukan karena tidak mau
lambat, semua pembayaran akan mengarah ke atau tidak suka, tapi karena belum pernah
sana. Oleh karena itu, semua pelaku usaha, menggunakan sehingga belum pernah
baik skala besar maupun kecil, termasuk merasakan manfaatnya. Oleh karena itu,
konsumen harus mulai mengadaptasi kuncinya adalah edukasi secara masif, baik
kebiasaan baru ini.
oleh regulator, maupun oleh perbankan dan
pelaku fintech pembayaran.
Khusus untuk pelaku usaha, ada fenomena
menarik dimana biasanya adopsi pembayaran
non tunai ini menjadi langkah awal mereka
untuk mulai belajar dan berekspansi ke ranah
penjualan/pemasaran secara digital, baik lewat
sosial media, maupun aplikasi e-commerce.
Dan juga menurut Bapak Freddie, “Menurut
saya sendiri peningkatan potensi cashless
payment UMKM sudah sangat bagus. Hanya
dengan cashless payment ini sudah
membantu karena cashless payment biasanya
tidak ribet dan tidak memerlukan waktu yang
lama dalam transaksi jual beli.”
Cashless payment memiliki kecenderungan
meningkatkan tingkat konsumtif seseorang.
Namun hal tersebut tidak dapat digeneralisir
tapi tentunya hal tersebut tidak bisa
digeneralisir ke semua orang. Faktor literasi
keuangan dan kedewasaan emosional
konsumen juga akan menentukan perilaku
berbelanja individu konsumen.
14 | BECOME 23

