Page 10 - BECOME 23
P. 10
I'M THE SPECIAL ONE
Data dari Bank Indonesia menunjukkan total Hal ini menyangkut perilaku konsumtif
transaksi dompet e-wallet Indonesia dimana perilaku yang tidak lagi didasarkan
semester pertama di tahun 2019 adalah pada pertimbangan rasional, tetapi karena
sejumlah 56,1 Triliun Rupiah dengan OVO suatu keinginan yang telah mencapai tingkat
sebagai produk e-money terbanyak yang yang tidak rasional lagi. Kemudian, perilaku
digunakan, diikuti dengan Gopay, Dana, dan berbelanja tidak dapat lagi membedakan
LinkAja. Produk e-money OVO yang antara kebutuhan dan keinginan. Kelompok
disediakan oleh Grab mendominasi pangsa usia remaja merupakan salah satu pasar
pasar e-money di Indonesia pada tahun 2019 potensial bagi produsen. Karakteristik anak
dengan total sebaran pasar sejumlah 37% muda inilah yang digunakan oleh beberapa
pengguna dan total transaksi sejumlah 20,8 produsen untuk memasuki pasar anak muda.
Triliun Rupiah. Kemudian disusul oleh
produk e-money Gopay yang merupakan
bagian dari perusahaan Gojek dengan nilai
valuasi perusahaan lebih dari 10 Miliar Dollar
(Decacorn) pertama di Indonesia. Pangsa
pasar e-money Gopay di Indonesia pada
tahun 2019 berjumlah 17% pengguna dengan
total transaksi sejumlah 9,5 Triliun Rupiah.
Aplikasi e-money Dana menempati posisi
ketiga dengan sebaran pasar sejumlah 10%
dan total transaksi 5,6 Triliun Rupiah.
Sedangkan posisi terakhir diduduki oleh
produk e-money LinkAja yang merupakan
penyedia e-money dari Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), dengan sebaran pangsa
pasar sejumlah 3% dan total transaksi
mencapai 1,6 Triliun Rupiah. Total transaksi e-
money di tahun 2019 adalah 56,1 Triliun
Rupiah yang membuktikan minat tinggi
masyarakat dalam menggunakan e-money
sebagai media dalam bertransaksi.
10 | BECOME 23

