Page 21 - BECOME 23
P. 21
MANAGEMENT UPDATE
CASHLESS PAYMENT
PADA BISNIS UMKM
Oleh:
Gesti Memarista, SE., M.SM
Cashless payment di Indonesia dimulai Bisnis UMKM terbagi menjadi beberapa
sejak tahun 2009. Menurut pernyataan, kategori yaitu usaha mikro, kecil, dan
Bank Indonesia telah berkontribusi menengah. Penggunaan cashless payment
sebanyak Rp 3.016.272 dan data terbaru untuk usaha mikro masih belum bagus,
yang telah di-update sekarang senilai Rp sedangkan untuk usaha kecil dan
575.323.419. Melihat data tersebut maka menengah lebih expert dibandingkan
dapat kita dapat mengetahui bahwa dengan pemilik usaha mikro. Beberapa
pengguna cashless payment di Indonesia masyarakat Indonesia terutama yang
sudah semakin banyak, bahkan Indonesia berada di daerah lebih kecil atau terpencil
juga telah menerapkan Gerakan Nasional lebih cenderung bersifat konservatif,
Non-Tunai (GNNT), dimana gerakan ini mereka lebih suka dan percaya dengan
bertujuan agar kita tidak perlu menyentuh sistem pembayaran tunai dibandingkan
uang tunai secara langsung dan pergerakan dengan sistem cashless payment.
finansial kita pun akan semakin cepat Adanya cashless payment bertujuan untuk
apabila kita memakai non-tunai karena ada memberi kemudahan bagi pengguna
sistemnya dan tercatat secara akurat. Tahun (penjual, pembeli, perusahaan cashless
2021 semenjak adanya Covid-19, kita payment) saat melakukan transaksi, dan
seringkali mendengar istilah QRIS (Quick juga akan mempermudah dan
Response Code Indonesian Standard) mempercepat pendeteksian aliran dana
dimana kita bisa melakukan pembayaran dari cashless payment seperti pajak,
hanya dengan melalui scan barcode saja. penggelapan dana, dan lain sebagainya.
Sistem QRIS ini sangat membantu kita Beberapa faktor yang mempengaruhi
dalam melakukan transaksi pembelian, penggunaan cashless payment pada usaha
bahkan sekarang sudah semakin banyak UMKM antara lain:
macam bentuknya dan perkembangannya
sudah berjalan dengan baik sekali. Terdapat
dua macam jenis cashless payment yaitu
berbasis chip pada kartu dan aplikasi. Di
Indonesia terdapat kurang lebih empat
puluh aplikasi yang telah terdaftar dan
diakui oleh Bank Indonesia.
OPTIMALISASI KINERJA UMKM BERBASIS CASHLESS PAYMENT | 21

